PROFIL RSGM UNAND

SEJARAH RSGM UNAND

Dalam pendirian Program Studi Kedokteran Gigi, untuk pertama kalinya RSGM UNAND menjadi salah satu syarat yang harus disiapkan oleh pengusul pendiri Program Studi Kedokteran Gigi. Oleh karena itu pada awal bulan Mei tahun 2008 drg Haryadi Mangkuto Sp BM dan drg Febrian MKM melakukan konsultasi ke KKI untuk menanyakan apakah proposal RSGM UNAND yang di persiapan sudah memenuhi syarat pendirian yang ditetapkan KKI. Setelah menemui Divisi Pendidikan KKI yaitu Prof drg Retno Hayati Sp Pedo, Prof drg Rosye Rosita Owen, Sp Pedo dan Dr drg Afi Savitri Sp PM,  KKI meminta panitia persiapan pendirian Program studi kedokteran gigi Unand melengkapi proposal pendirian RSGM UNAND lengkap dengan Blue Print pendirian  RSGM UNAND yang didalamnya sudah dilengkapi dengan RAB pendirian RSGM UNAND, gambar arsitektur bangunan RSGM UNAND dan gambar disain interior RSGM UNAND.  Setelah drg Haryadi Mangkuto Sp BM dan drg Febrian MKM menghadap PR II Dr H Werry Darta Taifur, SE MA, maka saat itu ditetapkanlah lokasi RSGM UNAND akan dibangun oleh PR II.

Tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnik kedokteran gigi yang semakin meningkat, sudah saatnya diperlukan suatu sarana tempat tuntutan tersebut dapat dipadukan dengan tuntutan penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang lebih baik. Berdasarkan hal-hal seperti tersebut di atas, maka sejak tahun 2009 telah dirintis pendirian RSGMP UNAND sesuai SK Dekan FK No. 2018/H.16.2/TU/2009 berdasarkan SK Rektor Unand No. 337/XIV/A/UNAND-2010 ditetapkan lokasi RSGMP UNAND berada di jalan Perintis Kemerdekaan No. 77 Jati Padang dari “Poliklinik” ke arah suatu Rumah Sakit Khusus Gigi Mulut yang diarahkan pula menjadi Rumah Sakit Pendidikan dengan nama Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan RSGM UNAND.

Pembangunan RSGM UNAND Padang dimulai secara  fisik  pada  tanggal  6  Juni 2011 setelah dilakukan studi kelayakan maupun AMDAL. Secara umum pembangunan fisik sudah selesai 70 %, pembangunan lanjutan dimulai pada bulan Agustus 2012 dengan dana Rp. 200  juta  dari  PNBP  Prodi  Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Unand tahun 2012   untuk menyelesaikan   lantai II.Bangunan tersebut sudah dapat dimanfaatkan untuk pendidikan profesi angkatan I pada bulan September 2012 ini. Untuk selanjutnya diusahakan melengkapi peralatan dengan dana APBN yang sudah dapat terealisir pada akhir tahun 2012.

Pada tanggal 03 Desember 2012, RSGM UNAND mendapatkan izin Klinik dari Dinas Kesehatan Kota Padang dengan Nomor Izin 889/ regdit-P-SDM/DKK/XII/2012 sebagai langkah awal pelayanan kesehatan gigi dan mulut.Maka melalui SK Rektor Universitas Andalas No.409/III/A/UNAND-2016 tentang pengangkatan tim pengelola Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Andalas maka di tunjuk drg.Dedi Sumantri.M.Dsc sebagai Direktur RSGM UNAND, drg.Murniwati MPPM sebagai wakil direktur I drg.Susi,MKM sebagai Wakil direktur II, dan drg.Harfindo Nismal Sp,BM sebagai ketua komite medik.

Pada Tahun 2019 Rektor Universitas Andalas mengangkat kepengurusan baru di RSGM Unand yaitu dengan mengangkat drg. Bambang Ristiono, MMRS sebagai Direktur, drg. Arymbi Pujiastuty, M. Kes sebagai Wakil Direktur Bidang SDM, Sarana dan Prasarana, drg. Reni Nofika, Sp.KG sebagai Wakil Direktur Bidang Pelayanan dan Pendidikan serta drg. Murniwati, MPPM sebagai Wakil Direktur Bidang Administrasi dan Keuangan. 

Pada tanggal 24 Juli 2020 RSGM mendapatkan izin opersional sebagai Rumah Sakit Gigi dan Mulut tipe B melalui Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 570/1492-Periz/DPM&PTSP/VII/2020. Kemudian tanggal 30 Juli tahun 2020 keluar Surat Keputusan Nomor 730/UN16.P/KPT/2020 Tentang Pengangkatan Direktur dan Kepala Bidang RSGM Unand. Rektor mengangkat drg. Deli Mona, Sp.KG sebagai Direktur, drg. Reni Nofika, Sp.KG sebagai Kepala Bidang Pelayanan dan Penelitian, drg. Gunawan, Sp.RKG sebagai Kepala Bidang Penunjang, Surma Adnan, SKM, MM sebagai Kepala Bidang Keuangan dan SDM. Bulan April 2022 Rektor Universitas Andalas mengangkat drg. Harfindo Nismal, Sp. BM sebagai Direktur RSGM Unand. Adapun untuk jabatan kepala bidang masih diisi oleh pejabat yang lama.